14 Pensiunan PDAM Banggai “Dijegal” Haknya

Sejumlah 14 pensiunan merasa dirugikan karena Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Kabupaten Banggai masih menggunakan aturan lama (kadaluarsa). Sementara saat ini sudah diberlakukan PHDP Tahun 2016 pengganti PHDP 2010 tentang Penghasilan Dasar Pensiun (PHDP) ke pihak Dana Pensiun Bersama (DAPENMA).

Hal itu diketahui setelah 14 karyawan PDAM yang Purnabakti ini menyurat ke DPRD Banggai. Isi surat itu berkaitan dengan pengusulan Penghasilan Dasar Pensiun (PHDP) ke pihak Dana Pensiun Bersama (DAPENMA).

Para karyawan ini merasa sangat dirugikan dengan pemberlakuan PHDP tahun 2010 oleh Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Kabupaten Banggai. Sementara sudah ada PHDP Tahun 2016 dan telah dilakukan perubahan PHDP Tahun 2022.

Berita terkait:

Jurtan Latuba, Salah satu karyawan PDAM yang purnabakti ini mengatakan, dasar PDAM Banggai dengan mengacu kepada PHDP Tahun 2010, dirinya hanya menerima Rp. 289.000 per bulan. Padahal masa kerjanya selama 17 Tahun di PDAM. Seyogyanya, yang minimal diterimanya adalah Rp. 900.000 per bulan mengacu pada PDHP Tahun 2016 dan telah diperbaharui Tahun 2022.

“Sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab pribadi dan keluarga, ini tidak manusiawi,” Ujar Jurtan yang di konfirmasi, Selasa (16/8/2022).

“Sebelumnya ada karyawan yang telah pensiun. Dasar PHDPnya itu menggunakan Tahun 2016. Kenapa kita yang 14 orang ini pensiun, menggunakan PHDP Tahun 2010,” Jelasnya.

Sedangkan aduan mereka ke DPRD Banggai sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. “Informasinya DPRD sudah RDP dengan pihak PDAM, namun kami tidak di undang. Sehingga kami juga tidak tau apa hasilnya,” Katanya lagi.

Berita terkait:

Sementara itu, Direktur Administrasi dan Keuangan yang di konfirmasi tidak mau mengungkapkannya. Alasannya, karena dirinya tidak memiliki kewenangan untuk mempublish informasi soal pembayaran hak-hak terhadap 14 karyawan yang purnabakti ini. Namun, ia akan menghubungkan dengan direktur utama.

“Saya tanya dulu direktur utama, soalnya saya tidak punya kewenangan untuk bicara di media soalan ini, namun saya akan membantu untuk mempertemukan dengan Direktur Utama,” Ujar Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Banggai saat di konfirmasi, Senin (15/8/2020).

Hingga kini, Direktur Utama PDAM Banggai tidak masuk kantor dan susah untuk dihubungi untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

Reporter | Pritzno Dunggio

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Seminggu Air PDAM Macet Warga Maahas Blokir Jalan

@metroluwuk