Akhir Drama Maki Mengusir, Menjadi Kalimat, ‘Maaf’ Ini Penjelasannya

Akhir Drama Maki Mengusir, Menjadi Kalimat, ‘Maaf’ Ini Penjelasannya

Bagikan Artikel

Alor NTT- Sempat viral kemarahan Bupati Alor mengusir staf Kementrian sosial menyebut Menteri Risma selama menjabat Walikota Surabaya hanya tanam pohon dan bunga. Diduga mis informasi bantuan sosial.

Video tersebar tersebar luas di media sosial masyarakat. Dalam tayangan tersebut tampak Bupati Alor Amon Djobo memarahi staf Kemensos.

Mengenai viralnya berita tersebut Bupati Alor Amon ditayangkan dalam video melakukan klarifikasi yang diabadikan dan tertulis pada linimasa akun media sosial facebook @safla AK diunggah 1 jam lalu, Rabu (2/6/2021) dirumah kediamannya.

“Seorang pemimpin haruslah berjiwa besar dan berani dalam menanggapi setiap persoalan demi kepentingan banyak orang” By. M Manikita sebagaimana tertulis dilinimasa.

Pada status linimasa melampirkan tayangan video Bupati Alor Nusa Tenggara Timur,  Amon Djobo, pidato klarifikasi. Sebagaimana kutipan sepenggal dalam tayangan video mengatakan “Saya kira itulah kiranya saya, punya doa sedikit semoga diterima oleh Tuhan. Sambungnya

Berita terkait:

“Ibu Menteri saya mohon maaf. Kalau sikap tutur saya. Tapi itulah satu ada di Jakarta, satu ada di provinsi satu ada di kabupaten kadang-kadang silang pendapat,”

Sebagai tokoh saya, harus memohon maaf kepada tokoh Nasional. Sebagaimana kutipan tayangan video.

Sambungnya, dan saya membanggakan Ibu Risma (Menteri Sosial) ketika beliau masih menjabat sebagai Walikota Surabaya telah menolong satu masyarakat saya, yang meninggal.

“Jadi saya, tolong diabaikan saja. Jadi beliau itu orang yang berjiwa besar.” ungkapnya sebelum mengakhiri pidato klarifikasi tayangan video tersebut dengan jiwa besar. Terdengar suara dalam tayangan tersebut. Sebagaimana kutipan tayangan video.

Terpisah. Mengenai viralnya video tersebut kompas.com memberitakan soal kemarahan Bupati Alor diduga dipicu oleh Program Keluarga Harapan (PKH) yang menurut dia diurus oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Risma mengatakan, bantuan yang diurus oleh DPRD Alor saat itu adalah bantuan bencana banjir bandang dan siklon tropis Seroja di NTT.

“Ta jelaskan ya, jadi sebetulnya itu bantuan bukan PKH, tapi bantuan untuk bencana,” kata Risma saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Viaduct, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/6/2021)

Risma mengatakan, pada saat bantuan tersebut dikirimkan, dia sama sekali tidak bisa menghubungi siapa pun, baik staf Kemensos maupun pihak Pemerintah Kabupaten Alor.

“Saya mengirim barang saat itu dari Jakarta jauh, kita kepengin cepat, jadi kita kirim dari Surabaya, karena kalau dari Surabaya angkutan itu gratis. Tapi kita tidak bisa masuk ke pulau itu (Alor). Saya hubungi bagaimana kondisi di sana, karena hampir seluruh NTT kena, saya hubungi kepala dinas, staf saya, enggak ada yang bisa karena memang saat itu jaringan terputus,” kata Risma.

Selain jaringan terputus, menurut Risma, kendaraan pengangkut bantuan untuk bencana di NTT juga terhambat di pelabuhan karena kondisi cuaca yang buruk.

“Kita tidak bisa merapatkan bantuan, karena cuacanya buruk, sehingga syahbandar mengatakan tidak bisa melaut, kapal-kapal semua berhenti,” kata Risma.

Risma bahkan mengaku sempat putus asa pada saat itu.

Kemudian, di tengah ketidakjelasan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Alor Enny Anggrek menawarkan pertolongan agar bantuan untuk korban bencana bisa cepat diterima masyarakat Alor.

“Saat itu kemudian adalah Ketua DPRD (Alor) menyampaikan kami butuh bantuan, tapi tidak bisa (masuk). Beliau (Ketua DPRD) menawarkan, ‘Bu, itu ada paket dari Dolog yang ibu bisa ganti’,” kata Risma.

Tanpa pikir panjang, Risma menyetujui tawaran tersebut agar bantuan bisa cepat diterima masyarakat terdampak bencana.

“Ya sudahlah, kemudian disebarkanlah, karena kami tidak bisa (karena banyak sekali (yang membutuhkan) saat itu kami tidak bisa kontak siapa pun di situ. Jadi seperti itu,” ujar Risma.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di grup media sosial, tampak Bupati Alor Amon Djobo memarahi staf Kemensos. Sebagaimana diberitakan. Sumber kompas.com

Reporter | Irwan Merdeka