Blokade Jalan Berujung Pemolisian, Pemilik Tanah Minta Perlindungan Bupati Morut

Blokade Jalan Berujung Pemolisian, Pemilik Tanah Minta Perlindungan Bupati Morut

Keluarga M. Yahya merasa berhak atas lahan yang digunakan sebagai jalan namun, pihak Pemerintah Desa dan PT GNI mengabaikan tuntutan-tuntutan dan aspirasi mereka selama ini. dok istimewa

Bagikan Artikel

MOROWALI UTARA– Dua orang warga Bunta temui Bupati Delis J. Hehi mengadukan perbuatan pihak PT Gunbuster Nickel Indonesia (GNI) telah serobot tanah dijadikan jalan.

Arsyad dan Saharuddin warga Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur mewakili keluarga M.Yahya sempat memblokir jalan masuk ke perusahan karena, memiliki alas bukti.

Menurut Arsyad, keluarga M. Yahya merasa berhak atas lahan yang digunakan sebagai jalan tersebut, namun pihak pemerintah desa dan GNI mengabaikan tuntutan-tuntutan dan aspirasi mereka selama ini.

“Itu sebabnya kami melakukan aksi-aksi di lapangan seperti memalang jalan. Itu sebagai upaya kami meminta perhatian agar masalah ini lekas diselesaikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/9/2021).

Arsyad dan Saharuddin meminta bantuan kepada Bupati Delis J. Hehi agar mengupayakan jalan keluar untuk menyelesaikan sengketa yang mereka hadapi dengan pihak perusahan.

Meskipun kini keluarga Yahya telah dilaporkan kepada Kepolisian Morowali Utara dengan tuduhan menghalang-halangi aktivitas perusahan. Akibat blokade dijalan yang disengketakan.

Arsyad dan Saharuddin meminta agar Pemda Morut dapat menjebatani agar pihak keluarga Yahya tidak dirugikan. Selain itu, mereka berupaya agar tidak melakukan aksi-aksi di lapangan yang menghalangi penggunaan jalan oleh perusahan.

Dari keterangan yabg disampaikan Arsyad dan Saharuddin mewakili pihak keluarga Yahya ditanggapi Delis, yang didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Viktor Tamehi mengatakan akan mempelajari dahulu mengenai kasus tersebut.

“Kaitan pengaduan dan permintaan pihak keluarga Yahya akan, menindaklanjuti dengan rapat bersama Kepala Dinas PU, Camat Petasia Timur, dan Kades Bunta”. pungkasnya

Reporter | Palu, Poso, Parigi | Hendra Edo