Cerita Kepala LP dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIB

Cerita Kepala LP dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIB

Lembaga pemasyarakatan mengutamakan pendekatan keagamaan, kadarkum dan program pertanian penghuni lapas sebagai bentuk rehabilitasi narapidana. Yugo bilang dua model pendekatan rehabilitasi keagamaan maupun kadarkum menjadi kunci untuk mengurangi jumlah penghuni penjara.

BANGGAI– Kepala Lembaga Pemasarakatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dibalik cerita narapidana Asep mengaku kehilangan seorang bapak yang membimbing dalam program pertanian dan berbaur dengan masyarakat. Hal ini untuk menepis pemikiran masyarakat agar tidak dinilai buruk.

Asep menjalani hukuman semenjak 2017 diputuskan bersalah oleh Pengadilan Negeri Luwuk, melakukan mutilasi kepada korbannya. Peristiwa yang membuatnya menjadi seorang narapidana telah dijadikan pengalaman selama menjalani hukuman dalam lembaga pemasyarakat.

Berita terkait:

Menurut dia, selama menjadi penghuni lapas. Sebelum Kepala LP Yugo Indra Wicaksi, tak jarang narapidana dan petugas ada jarak membatasi meski hanya kamuflase saling menghargai dan menghormati orang lain. Namun adanya perlakuan manusiawi oleh Kepala LP Yugo, sikap para napi mulai merasakan kedekatan dengan petugas.”Dia seperti orang tua bagi kami. Itu yang saya rasakan,” ujar Asep dari blok jeruji, Minggu 7 November 2022 siang.

Mereka terbagi menjadi 12 blok memang ada perbedaan dalam penempatan blok napi oleh Petugas LP. Seperti narapidana korupsi dibagian bawah dan blok narapidana lainnya diluar narapidana perempuan satu blok.

Berita terkait:

Asep, mengatakan semenjak Kepala LP Yugo, banyak memberikan motifasi melalui program rehabilitasi bagi penghuni Lapas. Tak jarang kami (Kepala Blok) diajak rapat dan mengajukan permohonan keterampilan bagi penghuni. Dan dia sangat merespon usulan kami, untuk kebaikan,” ungkap Asep.

Hal ini sebagai usaha menambah keterampilan seperti berkebun (pertanian) meski dilahan sempit. Membangun rumah ibadah (Mesjid) dan Pura. Saat ini terus dibangun dalam Lapas.”Program ini, sangat bermanfaat bagi penguni beragam agama. Daripada banyak diam memikirkan kapan bebas dan pikirkan wajah-wajah keluarga selama dalam Lapas. Tetapi adanya Program pertanian ini menjadi penghasilan tambahan,” tuturnya.

Kepala LP Yugo, menurutnya dia seperti orang tua dan siapapun yang menggantikannya setidaknya, harapan kami dia, dapat menjadi pembimbing agar iman dan keterampilan selama menjadi penghuni Lapas tidak dihilangkan.”Ini adalah harapan kami, bagi Kepala LP yang baru,” ungkap

Reporter | Irwan Merdeka

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Staf Ahli Gubernur Sikapi Hasil Musyawar PMI Sulteng Cacat Prosedural

@metroluwuk