Dana DAK 2021 Proyek Puskesmas Nuhon Mangkrak Dinkes Banggai Sebut Bukan Kerugian Negara

Kondisi proyek Renovasi Perawatan Puskesmas Nuhon dok Obormotindok

Proyek Renovasi Perawatan Puskesmas Nuhon menggunakan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) dianggap gagal. Hasil Pansus DPRD Banggai mengharapkan Pemda Banggai segera merampungkan proyek. PPK Dinas Kesehatan Banggai bilang seluruh berkas telah diserahkan kepada BPK, Tipikor dan Kejaksaan Negeri Luwuk. Tahun ini perampungan Proyek Renovasi Perawatan Puskesmas Nuhon menggunakan anggaran ABT (anggaran biaya tambahan) 2022.

BANGGAI– Proyek bangunan kesehatan Nuhon mangkrak sumber Dana Alokasi Khusus 2021 menjadi pembahasan Pansus DPRD Banggai. Dalam pembahasan merekomendasikan Pemkab Banggai segera melanjutkan pembangunan (menyelesaikan) bangunan fasilitas kesehatan dan kontraktor pelaksana proyek disanksi black list.

Rapat paripurna menyebutkan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan pada LKPJ Bupati Banggai akhir tahun anggaran 2021,Selasa (26/04). Seharusnya perlu meninjau kembali keputusan soal pembangunan Puskesmas Nuhon (Mangkrak). Desas-desusnya meliarkan tentang proyek fasilitas kesehatan di Kabupaten Banggai Negara telah dirugikan.

Kepala Dinas Kesehatan Banggai I Made Wayan konfrontir desas-desus yang menyebutkan proyek bangunan fasilitas kesehatan mangkrak di Kabupaten Banggai, Negara telah dirugikan. Ia katakan, tidak ada kerugian uang Negara. Yang ada adalah kerugian masyarakat.

“Memang proyek fasilitas kesehatan di Nuhon gagal. Saya sudah terima hasil Pansus DPRD Banggai soal bangunan yang belum rampung gunakan dana DAK. Tapi tidak ada kerugian uang Negara. Hanya yang dirugikan adalah masyarakat,” ungkapnya. Saat memberikan keterangannya kepada metroluwuk.id, Selasa.

Meski saya, masih baru menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan, menggantikan dr Anang Otoluwa. Namun soal proyek bangunan kesehatan puskesmas terletak di Kecamatan Nuhon dalam Rekomendasi Pansus DPRD Banggai yang saya terima, menyebutkan pembangunan sarana kesehatan puskesmas Nuhon harus diselesaikan.

“Kalau bukan tahun ini, ya tahun depan,” ujarnya. Sambung dia. Saya, belum tau persis soal perusahan pemenang tender. Tapi dengar-dengar perusahannya asal Palu.

Sampai saat ini. Ia sebutkan, soal dugaan kerugian Negara pembangunan fasilitas kesehatan di Nuhon sudah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak terkait untuk menindak lanjuti masalah tersebut.

“Dinas Kesehatan sampai sekarang menunggu hasil pendalaman BPK,” ungkap I made Wayan kepada metroluwuk.id, Selasa.

Ia mengatakan terlepas bangunan fasilitas kesehatan masih belum rampung namun, tenaga medis tetap melaksanakan tugasnya menggunakan bangunan lama (disebelah bangunan mangkrak) untuk melayani masyarakat.

Berita terkait:

Keterangan terpisah. Menurut Naemudin Saleh (PPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, menyebutkan masalah mangkraknya proyek bangunan fasilitas kesehatan di Nuhon telah diperiksa oleh Kepolisian Banggai bagian Tipikor dan juga Kejaksaan Negeri Luwuk.

“Seluruh berkasnya sudah saya serahkan pada mereka,” ungkapnya.

Selain itu ia katakan pada April 2022 tim Badan Pemeriksa Keuangan telah melakukan pendalaman kaitan proyek tersebut. Jadi pemeriksaan soal proyek bangunan mangkrak sudah ditangani pihak terkait. “Tim BPK bukan hanya sekali datang melakukan pemeriksaan. Pada Desember 2021 dan April 2022 itu sudah kedua kalinya untuk melakukan pendalaman”. jelas Naemudin Saleh.

selanjutnya

1
2
3