Ditetapkan DPO, Siapa Yahdi Basma

PALU– Yahdi Basma merupakan terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilaporkan oleh Longki Djanggola mantan Gubernur Sulteng.

Berdasarkan putusan banding Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah nomor 42/PID.SUS/2021/PT PAL. Kembali melakukan upaya Peninjauan Keputusan nomor 1085 K/PID.SUS/2022 namun ditolak oleh Mahkamah Agung RI.

Berita terkait:

Dalam dakwaan persidangan di Pengadilan Negeri Palu Kelas 1A/PHI/Tipikor Palu, telah di vonis 10 bulan penjara dengan denda 300 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Yahdi dijerat Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE).

Sebar hoaks Longki lapor polisi

Longki Djanggola permasalahkan informasi yang disebarkan oleh tiga nama diantaranya Yahdi Basma ke Polda Sulteng, Jumat (5/7/2019) siang.

Longki Janggola saat itu masih Gubernur Sulawesi Tengah melaporkan didampingi penasehat hukumnya tiba di SPKT pukul 10.00 Wita.

Berita terkait:

Dalam laporan Longki tak terima dengan informasi yang disebarkan disebutkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang juga Ketua DPD Gerindra Sulteng ikut membiayai kegiatan ‘people power’ menjelang pengumuman hasil Pilpres oleh KPU pusat di Jakarta.

Informasi ini menjadi liar di media sosial group WhatsApp Pemuda Pancasila dan KNPI. Menjadi buntut  awal kasus dihadapi Yahdi Basma.

Siapa Yahdi Basma

Kasus menjerat seorang anggota DPRD Kota Palu. Diketahui dari hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kota Palu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, pada Jumat, (10/5/2019).

Tercatat nama Yahdi Basma asal Partai Nasdem berada diurutan lima dengan perolehan 15.921 suara.

Berit terkait:

Namun sebelumnya perkembangan karir politiknya terungkap berdasarkan data calon tetap (DCT) anggota legislatif DPRD Sulteng diumumkan KPU mengutip AntaraSulteng, disebutkan pada Pemilu Legislatif 2014 Nasdem, mengunggulkan Yahdi Basma di Dapil-3, mantan anggota KPU Sulawesi Tengah yang mundur karena tidak sepaham dengan rekan-rekannya saat Pilkada Morowali 2012.

Tagih janji Waketum NasDem

Longki Djanggola mengingatkan, saat Yahdi Basma diproses hukum karena terjerat UU ITE. Hal itu ditujukan kepada Wakil Ketua Umum (Waketum) NasDem Ahmad Ali komitmen akan menghukum Yahdi Basma.

“Mana suaranya Waketum NasDem Ahmad Ali sekarang. Karena sekarang, saya mau tanya dengan hukumannya kepada Yahdi Basma,” ujar Longki Djanggola kepada sejumlah wartawan di Kota Palu, Kamis (15/09/2022). Sumber radarsulteng.

Ia mengatakan bahwa Waketum NasDem Ahmad Ali mengatakan sebagai bentuk komitmen akan menghukum kalau terbukti Yahdi Basma melakukan pelanggaran baru akan diberi hukuman.

“Sekarang sudah Inkracht. Yahdi Basma terbukti bersalah saya, pertanyakan mana pernyataannya akan hukum kadernya, tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan, itu inkracht,” terangnya. Selanjutnya Longki Janggola menyebutkan,

“Sekarang sudah diam-diam. Kalau ketemu Ahmad Ali bilang Longki tanya mana janjinya,” tambahnya.

Reporter | Irwan Merdeka

Untuk mendapatkan update berita setiap harian update web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Jusuf Kalla Diminta Batalkan Putusan Musyawarah PMI Sulteng dan Banggai

@metroluwuk