DPO Penganiayaan Berujung Maut di Gorontalo Ditangkap di Pagimana, Banggai

Seorang DPO kasus penganiayaan berujung maut di Gorontalo asal Bunta, Kabupaten Banggai ditangkap usai dilakukan pemantauan Tim tangkap buronan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah kerjasama Kejaksaan Banggai.

Ilustrasi shutterstock

BANGGAI– Buronan Kejaksaan Tinggi Gorontalo di tangkap dikampung Pala, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penangkapan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 228 K/Pid/2018 menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana.

Berita terkait:

Kepala Seksi intelijen Kejaksaan Banggai Firman Wahyu menyebut penangkapan Usman Labaika alias Usman masuk dalam Daftat Pencarian Orang (DPO) asal Gorontalo.

Dalam operasi intelijen yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo sebelumnya melakukan koordinasi mengenai tersangka (Usman) untuk bekerjasama dengan Tim tangkap buronan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang kemudian dikomunikasi kepada Kejaksaan Negeri Banggai, untuk melakukan pemantauan keberadaan terpidana.

“Tim telah melakukan pemantauan keberadaan tersangka sebelum dilakukan operasi penangkapan,” ungkap Firman dalam keterangan tertulis, Sabtu

Firman mengatakan usai penangkapan kini, terpidana yang berstatus buronan sudah diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Gorontalo, sesuai amar Putusan Mahakamah Agung.

Berita terkait:

Menurut Firman tersangka sebenarnya warga Desa Balanga, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai divonis bersalah melakukan pembunuhan.

Pada amar putusan dia (tersangka) bersama-sama atau turut serta melakukan penganiayaan mengakibatkan kematian. “Jadi tersangka ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam amar putusan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana”. Kata Firman, sambung dia

Hal ini tersangka sebagaimana diatur pada Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. “Diijatuhi hukuman pidana penjara selama 6 tahun penjara (kurungan)”. jelas Firman Wahyu.

Reporter | Emay

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Intimidasi Wartawan di Palu 4 Organisasi Pekerja Jurnalistik Desak Kejati “Copot Aspidum”

@metroluwuk

Keterangan Redaksi: Judul telah dirubah sesuai permintaan narasumber terima kasih.