Foto Sorotan: 6 Tokoh Perempuan Sulteng 1 di Morut 2 Tercatat Populis di Banggai

Perempuan di Sulawesi diantaranya Opu Daeng Risadju lahir pada 1880 di Palopo, Sulawesi Selatan sumber foto berita Kompas.com

BANGGAI– Tidak hanya laki-laki memanggul tanggung jawab. Begitu pula disaat berjuang melawan penjajah. Banyak catatan sejarah menyebut sederetan nama perempuan menjadi pahlawan.

Belakangan ini perempuan menjadi bahasan penting mulai melatari suatu kewajiban sebuah Partai politik menerapkan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan diatur dalam UU nomor 10 / 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD dapat mengikuti pemilu.

Cetus awal perjuangan perempuan lahir dari sosok pahlawan nasional yang banyak diketahui masyarakat Indonesia adalah Raden Ajeng Kartini.

Berkat jasanya memperjuangkan pendidikan bagi perempuan pribumi, hari kelahirannya setiap tahun pada 21 April selalu diperingati. 

Namun di Sulawesi nama seorang permpuan Opu Daeng Risadju, nama aslinya adalah Famajjah dilansir Kompas.com. ia lahir pada 1880 di Palopo, Sulawesi Selatan.

Ia merupakan anak dari pasangan Muhammad Abdullah To Baresseng dan ibunya Opu Daeng Mawellu yang merupakan keturunan bangsawan Luwu.

Pada 1905, Belanda berhasil menguasai Kerajaan Luwu, sehingga Opu Daeng dan suaminya harus meninggalkan Kota Palopo dan memilih menetap di Pare-Pare.

Berita terkait:

Selama di sana, ia aktif sebagai anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Sekembalinya ke Palopo, Opu Daeng Risadju mendirikan cabang PSII di Palopo pada 14 Januari 1930. Ia kemudian memperluas perjuangannya dan menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah Belanda dan Kerajaan Luwu.

Tak hanya itu, ia dituduh melakukan tindakan provokasi rakyat untuk melawan pemerintah kolonial dan dipenjara selama 13 bulan.

Opu Daeng Risadju tercatat sebagai wanita pertama yang dipenjarakan oleh Pemerintah kolonial Belanda dengan alasan politik. Ia berkali-kali menerima hukuman kejam dari Belanda karena perlawanannya.

Di usia yang tak lagi muda, ia dipaksa berjalan kaki ke Watampone yang berjarak 40 kilometer. Opu Daeng bahkan sampai tuli seumur hidup karena siksaan yang ia terima.

Pada 10 Februari 1964, ia meninggal dunia di Palopo dan dimakamkan di pekuburan raja-raja Lokkoe di Palopo.

Terkini sorotan perjuangan perempuan di Sulawesi Tengah dikelola dari berbagai sumber dari sekian nama metroluwuk.id menelisiknya enam orang perempuan foto dalam sorotan metro.

(1) Batia Sisilia Hadjar

Sosok perempuan lahir di Poso, 06 Februari 1974 yang berprofesi sebagai pengusaha dan kini menjadi politisi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Saat ini ia menjadi Ketua DPD Partai Nasdem Banggai dan Wakil Ketua DPRD Banggai.

(2) Reny Arniwaty Lamadjido

Adalah seorang dokter dan politikus, ia merupakan anak dari Abdul Azis Lamadjido mantan Gubernur Sulawesi Tengah periode 1986–1996

Ia Lahir 17 Desember 1962 silam di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini aktif di Partai politik PKB sejak 2020 dan kini menjabat sebagai Walikota Palu yang ke empat mengalahkan petahana dan resmi dilantik pada 26 Februari 2021.

(3) Nilam Sari Lawira

Perempuan kelahiran Palu pada 28 Desember 1968 kini menjabat sebagai Ketua DPW Nasdem Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2022-2024.

Menggantikan posisi suaminya Ahmad M Ali sebelumnya mengambil alih pucuk kepemimpinan Nasdem Sulteng dari Atha Mahmud.

Berita terkait:

1
2