12 Saksi di Periksa Terbakarnya Excavator Milik PT KPP

Polisi mulai melakukan penyidikan dugaan pembakaran satu unit alat berat milik perusahan disebut ada 12 orang telah diperiksa.

Polisi sedang melakukan olah TKP dilokasi terbakranya satu unit alat berat excavator milik perusahan Dok foto ist

BANGGAI – Sat Reskrim Polres Banggai, Polda Sulteng, telah memeriksa sebanyak 12 orang terkait insiden kebakaran satu unit alat berat milik perusahaan PT. Kostrindo Putra Perkasa (KPP).

Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama diwakili Kasat Reskrim AKP Adi Herlambang saat di konfirmasi mengenai laporan perusahan satu unit alat berat diduga dibakar, mengatakan penyidik telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi dan laporanya sudah kita tingkatkan ke LP pengaduan.

“Saat ini sudah 12 saksi kita mintai keterangan dan kami, masih lidik pelakunya,” ungkap Adi Herlambang.

Berita terkait:

Dari dua belas saksi yang di periksa. Kata Adi Herlambang, adalah tindak lanjut dari laporan diterima pada Selasa malam (23 Mei 2022), oleh menager PT KPP usai mengecek lokasi kebakaran excavator.

Mengenai laporan yang dilayangkan oleh Menager PT KPP Roedhi kepada Polres Banggai metroluwuk.id kembali melakukan konfirmasi.

Menurutny, laporan polisi dugaan pembakaran alat berat milik PT KPP di Mapolres Banggai sudah hampir dua bulan lamanya. Namun baru sekarang ada titik terangnya.

Roedhi, menyebut laporan dan hasil yang akan diungkap pada peristiwa, ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi agar terungkap siapa dalang dibalik pembakaran alat Excavator.

“Kami yakin dan percaya terus bekerja sesuai SOP. Tujuan Kepolisian yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparan dan Berkeadilan) untuk mengungkap kasus pembakaran excavator milik kami ini walaupun kasus ini sudah berjalan 2 (dua) bulan,” kata Roedhi.

Berita terkait:

Pihaknya juga berharap pihak kepolisian dapat mengungkap laporan polisi terkait pembakaran alat demi kelancaran dan kenyamanan investor yang masuk di Kabupaten Banggai.

“Kami berharap penyidik dapat mengungkap laporan kami karena kasus ini juga berdampak pada kepercayaan, keamanan dan kelancaran para investor untuk menanamkan modal membuka usaha di Kabupaten Banggai dan khususnya di Desa Bantayan Kecamatan Luwuk Timur,” cetus Roedhi

“Kalau iklim investasi bagus di suatu daerah insha Allah calon investor akan banyak yang membuka usaha disini, lapangan kerja bertambah dan juga meningkatkan roda perekonomian daerah,” tandas.

Reporter | Emy

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: DPO Penganiayaan Berujung Maut di Gorontalo Ditangkap di Pagimana, Banggai

@metroluwuk