Ini 12 Kota di Sulteng, Ketat Mudik Lebaran

Ini 12 Kota di Sulteng, Ketat Mudik Lebaran

Bagikan Artikel

Palu– Pemberlakukan pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama 14 hari peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021)dan H + 7 perjalanan mudk (18 Mei -24 Mei 2021). Disituasi pandemi naik turunnya jumlah Covid di beberapa daerah.

Menurut Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Sulteng, Sumarno Rabu (23/4/2021) telah membuat rencana pelonggaran mudik hanya akan diberlakukan untuk wilayah aglomerasi atau kabupaten-kabupaten berdekatan.

Berita terkait

Hal ini berdasarkan hasil rapat koordinasi semua pihak terkait. Ada lima wilayah aglomerasi mudik lebaran yang telah disepakati bersama yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala yang masuk dalam satu wilayah. Berikutnya Kabupaten Poso-Tojo Una-Una, Kabupaten Morowali-Morowali Utara, Kabupaten Tolitoli-Kabupaten Buol, Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.

Pelonggaran mudik hanya berlaku untuk warga yang berdomisili di wilayah aglomerasi. Contohnya, warga yang tinggal di Kota Palu dan akan mudik ke Sigi atau Donggala diperbolehkan.

“Yang tidak diperbolehkan adalah warga Palu mudik ke Poso atau Tolitoli dan lainnya,” ujarnya.

Rancangan pelarangan dan pelonggaran mudik Lebaran di Sulteng, kata Sumarno, masih akan dibahas kembali dalam rapat yang melibatkan semua pihak terkait yang ada di daerah-daerah sebelum nantinya Gubernur Sulteng mengeluarkan surat edaran pemberlakuannya.

Selanjutnya, pelaku perjalanan tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan, di setiap pintu masuk dan keluar, “baik di perbatasan provinsi maupun kabupaten akan dijaga ketat petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).” Sebagaimana diberitakan medcom.id (wan)