Bisnis Digital di Tanah Air Menggurita Bagaimana Posisi Telkom

Bisnis Digital di Tanah Air Menggurita Bagaimana Posisi Telkom

Saat ini industri Datacenter mulai mendapatkan dorongan dengan investasi dari penyedia cloud raksasa seperti Google, Alibaba & Amazon. Pada tahun lalu, Alibaba Cloud mengumumkan investasi pusat data senilai US$ 28 miliar yang mencakup 21 wilayah, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura demi mendukung 'transformasi digital di dunia pascapandemi'. Gambar Ist

Bagikan Artikel

JAKARTA– Sebenarnya, Grup Sinar Mas juga sudah ‘nyemplung ke bisnis ekonomi digital. Sebelumnya, Grup ini mengembangkan kawasan Digital Hub di BSD City yang membebaskan para startup, tech leader dan komunitas digital untuk berinovasi.

Pendanaan langsung Sinarmas Group pada teknologi digital salah satunya dengan menggandeng Grab dalam pengembangan Grab Innovation and Engineering Lab di BSD City. Selain itu, anak usaha Sinarmas, PT Smarfren Telecom Tbk (FREN) juga menyediakan layanan telekomunikasi jaringan nirkabel.

Sebagai informasi, pada semester pertama tahun ini, BSDE membukukan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 680 miliar pada semester pertama tahun ini, berkebalikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang merugi Rp 192,68 miliar.

Sampai dengan 30 Juni 2021, emiten properti ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 39% menjadi senilai Rp 3,25 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.

Rinciannya, kontribusi pendapatan terbesar BSDE masih disokong penjualan tanah dan bangunan senilai Rp 2,57 triliun, membaik dari tahun sebelumnya Rp 1,74 triliun. Sementara itu, pendapatan di segmen hotel dan arena rekreasi dan bisnis sewa masih tertekan seiring dengan pandemi Covid-19.

Prospek Cerah Bisnis Data Center

1
2