Istana Perintah Kapolri Buka Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Lutim

Istana Perintah Kapolri Buka Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Lutim

Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) angkat bicara meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya membuka kembali penyelidikan kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Gambar Jaleswari Pramodhawardani. dok istimewa

Bagikan Artikel

JAKARTA– Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) angkat bicara meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya membuka kembali penyelidikan kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kasus dugaan pemerkosaan anak telah dilaporkan ibu korban, semenjak 2019 silam. Namun, diberhentikan penyelidikannya oleh Polres Luwu Timur.

Sebagaimana diberitakan Fajar.co.id, Sabtu (9/10) Pihak istana melalui Deputi V Kantor Staf Presiden bidang Politik, Hukum, Hankam, HAM dan Antikorupsi serta Reformasi Birokrasi, Jaleswari Pramodhawardani mengutuk keras kekerasan seksual yang diduga dialami oleh tiga kakak beradik berusia di bawah 10 tahun.

Terlebih, diduga pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri yang tinggal di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

“Tindakan tersebut tidak bisa diterima oleh akal budi dan nurani kemanusiaan kita. Terlebih lagi bila yang melakukan adalah ayah kandungnya. Oleh karena itu pelakunya harus dihukum berat,” kata Jaleswari dikutip dalam keterangan pers, Jumat(8/10).

1
2