Kasus Rizal Arwi Polres Bangkep Masuk Tahap I Menunggu Jaksa

Laporan menyeret Rizal Arwi melakukan intimidasi menggunakan senjata Airsoft Gun ditegaskan oleh Kapolres menyebutkan, "tetap tidak berubah". Kaitan perkara penyalahgunaan senjata Airsoft Guns di ruang rapat gedung DPRD Banggai Kepulauan.

Ilustrasi perbedaan airgun dan airsoft gun Foto dok tribunnews

BANGGAI KEPULAUAN– Kasus intimadasi dalam rapat di Gedung DPRD Banggai Kepulauan menggunakan senjata Airsoft Guns oleh Ketua DPD II Partai Golongan Karya Bangkep Rizal Arwi, Jumat (17/12/2021) silam, terkesan Polisi mendiamkan. Namun tegas Polri saat ini sudah tahap 1.

Sebelumnya Polres Banggai Kepulauan telah melakukan penahanan seperti dikatakan Kasubbag Humas AKP Nicolas Wagey SH menyebutkan penahanan Rizal Arwi usai dilakukan pemeriksaan oleh Reksrim pada 11 Maret 2022.

Namun belakangan penahanan Rizal Arwi ditangguhkan. Desas-desus dipublik meliar bahwa Rizal Arwi sulit dipenjarakan karena memiliki backingan kuat dibelakangnya.

Desas-desus kritik tersebut mengarah pada kasus yang diperkarakan telah diperiksa pihak kepolisian juga disebut-sebut terkesan jalan ditempat dan belum menunjukan sikap tegas polisi dalam perkara penanganan hukum yang dilaporkan oleh korban.

Berita terkait:

Berkaitan desas-desus berkembang dipublik kasus dialami oleh pelapor Rusdin Sinaling (korban), metroluwuk.id menghubungi Kapolres Banggai Kepulauan Bambang Herkamto, SH untuk mendapat informasi perkembangan penanganan perkara menyeret Rizal Arwi dituding menodong senjata airsoft gun yang digunakan untuk olahraga menembak tapi, digunakan disaat melakukan rapat di gedung DPRD Bangkep pada Jumat (17/12) silam.

Menurutnya, tetap belum berubah karena penanganan perkara tetap berjalan.

Namun tentang Rizal Arwi berada diluar tahanan Polres. Ia sebut, iya memang benar. Penangguhan penahanan setelah beberapa hari penahanan.

“Penangguhan penahanannya setelah beberapa hari ditahan. Namun penanganan perkara tetap berjalan,” ungkapnya.

Mengenai ketegasan polisi dalam kasus penanganan kepada terlapor. Secara tegas ia katakan, bukan tidak tegas. Pihak Polri, saat ini sudah tahap 1.

“Jadi kita menunggu petunjuk Jaksa terkait kasus itu. Apalagi tahap 1 nya sudah dua kali. Terus tidak tegasnya di mananya?”. tegas Bambang Herkamto menepis rumor liar dikatakan kepada metroluwuk.id dan meminta menghubungi Kasat Reskrim Iptu Yoga untuk mendapat informasi perkembangan lanjutan. Karena sedang mengawal tiga kasus yang ditangani, sebelum menutup komunikasi. Selasa.

Dalam keterangan terpisah. Mengenai perkembangan penanganan kasus Rizal Arwi saat ini berada diluar tahanan. Iptu Yoga menyebutkan, yang bersangkutan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. “Saya belum menjabat di Polres Bangkep”.

Namun, penanganan perkara hasil pemeriksaan Reskrim Polres Bangkep kepada Rizal Arwi. Ia Katakan, kami sudah tahap 1 menunggu dari jaksa.

“Tahap 1 yang pertama dan P18 dari Jaksa. Dan kita, lakukan tahap 1 kembali di minggu lalu dan sekarang masih menunggu dari Jaksa”. jelas Iptu Yoga, dalam keterangan tertulis, Selasa.

Sebelumnya, Rusdin Sinaling (korban) telah menerima surat tanda bukti laporan polisi, STTLP/137/XII/2021/SPKT/POLRES BANGKEP/POLDA SULTENG.

Dalam salinan kutipan perkara hukum disebutkan bahwa peristiwa dialami oleh korban terjerat Undang Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan Senjata Api/Bahan Peledak Pasal 1. Sebagaimana bunyi surat tanda bukti laporan dikeluarkan a.n Kepala Kepolisian Resor Banggai Kepulauan KA SKPT ditanda tangani oleh Aditya A Prayitno diterbitkan pada 17 Desember 2021.

Reporter | Irwan Merdeka

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Dugaan Korupsi Dana Hibah Karang Taruna 2020 di Sebut RHJ dan Bendahara Diperiksa Tim Pidsus

@metroluwuk.id