Ketika Nelayan Uwedikan Menangkap Teripang

Ketika Nelayan Uwedikan Menangkap Teripang

Bagikan Artikel

BANGGAI– Teripang (holothuridea), atau biasa dikenal dengan timun laut belakangan menjadi spesies yang paling diburu nelayan Indonesia. Selain karena relatif mudah dijumpai, teripang juga memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Meski begitu, berbeda degan jenis perikanan tangkap lain, pengolahan teripang harus melewati proses panjang sebelum akhirnya bisa dipasarkan. Selain itu, metode penangkapannya pun berbeda-beda.

Dari data awal yang dihimpun Japesda, terdapat delapan nelayan yang intens menangkap teripang di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Semuanya merupakan nelayan yang berlatarbelakang Suku Bajo.

Nelayan Uwedikan biasanya menangkap teripang di malam hari. Menurut hitungan masyarakat Bajo, teripang akan banyak muncul di dasar laut atau di atas substrat pada malam ke-18 hingga bulan baru. Dalam penelitian Adnam Aziz (1996) berjudul “Makanan dan Cara Makan Berbagai Jenis Teripang”, dijelaskan, ada beberapa jenis teripang yang aktif mencari makan di malam hari, seperti teripang jenis Holothuria scabra, Holothuria vitiens, Actinopyga lecanora, Stichopus variegatus, dan Stichopus chloronotus.

1
2
3