Kisah Sugiarto Kawan Berbagi Cerita Munir Thalib dan Pesan Terakhirnya

Kisah Sugiarto Kawan Berbagi Cerita Munir Thalib dan Pesan Terakhirnya

Sugiarto merupakan salah satu sosok yang sering diajak berbagi cerita oleh Munir. Pria itu menjadi saksi bagaimana Munir terkadang menunjukkan rasa gentar terkait tugasnya membela mereka yang tertindas, juga berbagi ceria dengan aktivis HAM lewat kegemaran memelihara ayam pelung. Gambar Sugiarto | Fotograper Irwan Merdeka

Bagikan Artikel

Metro, Liputan– Sebuah Toyota Kijang Grand Extra 90-an milik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) jadi perekat hubungan Sugiarto dengan pegiat HAM Munir Said Thalib. Sugiarto adalah supir di YLBHI di medio 90-an. Salah satu tugasnya adalah mengantarkan para staf beraktivitas di luar, tak terkecuali Munir.

Di berbagai perjalanan dalam mobil ‘kijang kotak’ itu lah, Sugiarto kerap kali mendengar isu-isu yang sedang diadvokasi Munir jelang keruntuhan Orde Baru. Sugiarto ingat cerita-cerita itu keluar dari mulut Munir dengan logat Jawa Timur yang begitu kental. 

“Banyak cerita terutama menyangkut masalah orang-orang yang tertindas, orang-orang kecil.  (Munir bilang) saya ini cinta Indonesia cuma kenapa ini bisa terjadi kayak gini, dia cerita dengan medoknya” kata Sugiarto dalam NgeHAMtam bertema ‘Sugiarto, Saksi Hidup Munir!Gak Kuat Tahan Tangis’, edisi 6 September 2021.

Periode itu, selain membela warga yang tertindas seperti para petani Nipah di Madura yang dibunuh militer, Munir memang seringkali menjadi pembela pihak yang dianggap berseberangan dengan negara. Mulai dari tokoh-tokoh Timor Timur, aktivis Partai Rakyat Demokratik yang dikenal kritis dengan Orde Baru, sampai aktivis buruh Marsinah.

Sugiarto tahu benar sisi lain Munir. Meski Munir dikenal pemberani, namun ada momen-momen di mana ia menceritakan rasa cemas berkaitan dengan tugas-tugasnya.

“To, sebetulnya (saya) juga takut. Tapi ini demi kemanusiaan,” Sugiarto mengulang perkataan Munir kepadanya.

1
2
3