Kopi dan Cokelat Sulteng Prospek Ekonomi UKM di Kawasan Penyangga Ibu Kota Baru

Kopi dan Cokelat Sulteng Prospek Ekonomi UKM di Kawasan Penyangga Ibu Kota Baru

Pelaku UKM dapat menangkap peluang menyuplai kebutuhan Ibu Kota Baru untuk memaksimalkan hasil produk UKM sebagai jalan keluar dari krisis ekonomi dampak pandemi Covid-19.

Bagikan Artikel

PALU– Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura sentil nilai jual kopi dan cokelat menjad jalan keluar pelaku UKM sebagai prospek ekonomi dikawasan penyangga Ibu Kota Baru RI.

Hal itu, dikatakan Rusdy Mastura saat mengikuti Bincang Pagi Coklat dan Kopi yang digelar lembaga nirlaba GIZ asal Jerman, pada Jum’at pagi (22/10) di halaman Pogombo.

Menurut Cudy, coklat dan kopi merupakan produk unggulan yang turut memberi kontribusi bagi pemulihan ekonomi daerah di tengah pandemi Covid-19.

Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan dalam rangka mengangkat hasil kopi dan cokelat lokal di Sulteng.

Ditambah lagi dalam menyosong pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur lanjut gubernur akan memberikan prospek cerah bagi Sulteng selaku daerah penyangga logistiknya.

Moga-moga pelaku UKM dapat menangkap hal ini, “agar peluang menyuplai kebutuhan ibu kota dimaksimalkan dari produk UKM”. imbuh Cudy.

Reporter | Palu, Poso, Parigi | Hendra Edo

Untuk mendapatkan update berita setiap hari mari bergabung update klik link metroluwuk.id atau download aplikasi UPDATE Telegram

Berita terkait: Ekspor Non Migas Kopi Penyumbang Kontribusi Negara