KPU Banggai Sebut 3.586 Pemilih Tak Sinkron Data SIAK Kemendagri

Menjelang Pemilu 2024 Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banggai bilang data tercatat di KPU terdapat 3.586 data pemilih tidak sinkron dengan data yang ada dalam SIAK Kemendagri.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banggai Alwin Palalo Dok foto DKISP Banggai

BANGGAI– Jelang pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024. Komisi Pemilihan Umum Banggai bersama Pemerintah Kabupaten Banggai membentuk Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Pembentukan Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan digelar di Ruang Rapat Khusus Kantor Bupati Banggai, Luwuk Selatan, Jumat (5/8/2022),

Forum dibentuk diharapkan dapat membantu KPU, membantu sinkronisasi data pemilih dengan menyiapkan data pemilih yang akurat dan akuntabel.

Berita terkait:

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banggai mengungkap adanya perbedaan data pemilih tercatat dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tiap kabupaten/kota.

Alwin Palalo menyebut data yang tercatat di KPU terdapat 3.586 data pemilih tidak sinkron dengan data yang ada dalam SIAK Kemendagri.

Selain itu masalah akurat dan akuntabel data. Ungkapnya, terdapat 1.757 pemilih potensial yang sebenarnya sudah berhak memilih tapi belum dimasukkan dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) karena belum memiliki KTP.

KPU Banggai mengalami kesulitan  mendata pemilih yang tidak melapor ke Dinas Dukcapil saat berpindah domisili, baik pindah masuk maupun pindah keluar.

Dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) bulan Juli 2022, KPU Banggai mencatat, jumlah pemilih di Kabupaten Banggai sebanyak 250.508 pemilih.

Ia berharap, pemerintah daerah melalui para camat dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sangat dibutuhkan terkait problem data pemilih melalui peran aktif Disdukcapil Banggai untuk melakukan perekaman KTP-elekronik kepada para siswa dikategorikan sebagai pemilih potensial.

Problem lain yang ditemui KPU saat memverifikasi data pemilih adalah terkait pemilih yang telah meninggal dunia tapi  masih terdata dalam DPB. Jumlahnya 343 pemilih. “Setelah kami korelasikan, data ini tidak bisa dihilangkan dari DPB jika akta kematian belum diterbitkan,” ujar Alwin.

Mengenai Daftar Pemilih Berkelanjutan (DBB) melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Kepala Dinas Dukcapil Banggai Ikhsan Panrelly mengatakan untuk mengatasi masalah itu, Disdukcapil Banggai akan menyediakan format isian diserahkan kepada pemerintah kecamatan dan selanjutnya, pemerintah kecamatan akan mendatangi warga (ahli waris) yang belum mengurus akta kematian anggota keluarganya.

“Kalau itu sudah diisi, maka bisa kita input walaupun dokumennya (akta kematian) belum dicetak,” ujarnya. Sambung Ikhsan dengan begitu, data pemilih yang telah meninggal dunia bisa langsung dikeluarkan dari DPB.

Berita terkait:

Sebelumnya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banggai, Nurdjalal dalam rapat Pembentukan Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan telah menyatakan komitmen mewakili Bupati Kabupaten Banggai untuk mendukung kerja-kerja KPU terkait pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.

Ia menyebutkan dalam pemutakhiran data menjelang Pemilukada, KPU Banggai akan bekerja sama dengan kecamatan se-Kabupaten Banggai, serta partisipasi masyarakat untuk bersinergi mewujudkan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang berkualitas dan akuntabel agar pada pemilu dan pilkada serentak tahun 2024, dihasilkan data pemilih yang valid dan akurat.

“Tidak akuratnya data pemilih berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat, baik pada saat pemilu maupun pasca pemilu,” ujar Nurdjalal menerangkan titipan sambutan Bupati Banggai, lebih lanjut disebutkan, untuk itu bupati mengimbau para camat dan kepala desa agar terus berkoordinasi dengan KPU Banggai.

Selain itu Pemkab Banggai juga telah menyiapkan narahubung di tiap-tiap kecamatan yang akan bertugas memberikan informasi terkini tentang data kependudukan di wilayah kerjanya masing-masing.

Pembentukan Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Banggai, para camat se-Kabupaten Banggai, serta perwakilan TNI dan Polres Banggai.

Reporter | Emay

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Foto Sorotan: 6 Tokoh Perempuan Sulteng 1 di Morut 2 Tercatat Populis di Banggai

@metroluwuk