Kuasa Hukum Desak Buka Kasus Pelanggaran Dugaan Pencabulan Ayah Kandung

Kuasa Hukum Desak Buka Kasus Pelanggaran Dugaan Pencabulan Ayah Kandung

Gambar ilustrasi. Koalisi Bantuan Hukum Advokasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak kembali mengungkap sejumlah pelanggaran penyidikan kasus dugaan kekerasan seksual oleh seorang ayah terhadap ketiga anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. dok istimewa

Bagikan Artikel

MAKASSAR– Koalisi Bantuan Hukum Advokasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak kembali mengungkap sejumlah pelanggaran penyidikan kasus dugaan kekerasan seksual oleh seorang ayah terhadap ketiga anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sebagaimana diberitakan Fajar.co.id, Sabtu (9/10). Sejak awal penghentian penyelidikan yang dilakukan penyidik Polres Luwu Timur, Koalisi Bantuan Hukum Advokasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak menilai penyidikan dilakukan secara prematur.

Muhammad Haedir, Direktur LBH Makassar mewakili Tim kuasa hukum mengatakan, dalam proses penyidikan ditemui sejumlah pelanggaran.

Pertama, proses pengambilan keterangan terhadap para anak korban, pelapor selaku ibu dari para anak dilarang untuk mendampingi, juga untuk membaca berita acara pemeriksaan para anak korban yang Penyidik minta Pelapor untuk ditandatangani.

“Proses tersebut juga tidak melibatkan pendamping hukum, pekerja sosial, atau pendamping lainnya,” keterangan tertulis yang dikutip Fajar.co.id, dalam rilisnya, Sabtu, (9/10/2021).

Hal ini menurutnya menyalahi ketentuan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Pasal 23 yang menyatakanbahwa, “Dalam setiap tingkat pemeriksaan, Anak Korban atau Anak Saksi wajib didampingi oleh orang tua dan/atau orang yang dipercaya oleh Anak Korban dan/atau Anak Saksi, atau Pekerja Sosial.”

Selain itu, pengambilan keterangan para anak korban yang hanya dilakukan 1 (satu) kali dan tidak didampingi dalam pemeriksaan tersebut mengakibatkan keterangan para anak korban tidak tergali dan terjelaskan utuh dalam berita acara interogasi pada berkas perkara.

1
2
3
4