Nelayan Uwedikan Tenggelam, Begini Upaya Penyelamatannya

Bagikan Artikel
Simulasi nelayan Uwedikan yang tenggelam dalam pelatihan keselamatan di laut bersama Basarnas Pos SAR Luwuk Banggai. Foto: Zulkifli Mangkau, Japesda.

Banggai – Arvin Tating, seorang nelayan di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, terbalik dari perahunya ketika ombak besar menghantam. Dengan bersusah payah ia mencoba berenang menuju perahunya. Namun semakin ia berenang, tenaganya justru semakin terkuras karena disapu ombak. Hingga akhirnya ia hanya bisa pasrah dan berteriak meminta tolong. Ketika mendengar teriakan itu, enam orang warga dengan sigap segera menolong Arvin. Mereka melemparkan ring buoy atau pelampung berbentuk bulat. Tangan Arvin berhasil meraihnya, dan ia pun selamat dari ancaman kematian.

Peristiwa tenggelamnya Arvin Tating adalah bagian dari simulasi pelatihan safety at sea atau keselamatan di laut yang dilakukan di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, pada hari Kamis, 23 September 2021 pekan lalu. Anomali cuaca atau cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini seperti angin, hujan, dan ombak di lautan yang kadang-kadang memburuk, memiliki potensi terjadinya kecelakaan di laut. Pengaruh cuaca buruk bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan di laut.

Masyarakat pesisir dan juga nelayan, khususnya nelayan skala kecil memiliki kerentanan terhadap anomali cuaca ini jika tidak dibekali dengan pengetahuan. Hal tersebut menjadi dasar bagi nelayan di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, untuk melakukan pelatihan keselamatan di laut atau safety at sea.

1
2
3