Operasi Yustisi di Gelar, Pelanggar Prokes: Sanksi Mengacu pada Perda

Operasi Yustisi di Gelar, Pelanggar Prokes: Sanksi Mengacu pada Perda

Bagikan Artikel

PALU– Sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan mulai diterapkan Operasi Yustisi mengacu pada peraturan Wali kota nomor 9 tahun 2021.

Operasi yang digelar, Rabu (5/5/2021) dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 tersebut menyasar masyarakat yang tidak menggunakan masker dan sejumlah pusat perbelanjaan di kota Palu seperti Grand Hero jalan Basuki Rahmat, Palu Mitra Utama jalan Monginsidi, dan Palu Grand Mall jalan Cumi-cumi.

“Untuk menerapkan peraturan ini, kami melakukan penegakkan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan di tempat-tempat keramaian” Kepala Satpol PP, Trisno Yunianto

Adapun sanksi hukumnya, bagi perorangan sanksi diberikan berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial selama 60 menit yakni membersihkan sampah, menyapu jalan, serta tempat ibadah, dan didenda sebesar Rp100 ribu.

Untuk sanksi pelaku usaha apabila melanggar akan diberikan teguran lisan atau tertulis, denda sebesar 2 juta. Kemudian akan ditutup sementara atau pencabutan izin usahanya.

Maka dari itu, Operasi Yustisi yang dilakukan guna memberikan informasi ketaatan menjalankan prokes Covid-19, dipusat perbelanjaan agar mendisiplinkan masyarakat dan pelaku usaha. Hal ini, dilakukan bukan pada saat bulan ramadan saja, tetapi ini akan menjadi pemberlakukan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Kota Palu secara umum.

Dengan melakukan Operasi Yustisi ditempat ramai dan pusat perbenjaan akan menumbuhkan kesadaran mereka sebagai sosialisasikan sesama masyarakat, “untuk menggunakan masker dan bagi para pelaku usaha juga mendisiplinkan menerapkan protokol kesehatan.” Ucapnya

Trisno, ungkapkan hal tersebut, sudah sepatutnya mulai diterapkan, untuk mencegah meluasnya virus Covid-19 di Kota Palu, melalui transmisi lokal. Ditengah meningkatnya sejumlah penderita Covid-19 daerah di Indonesia.

Reporter| Irwan Merdeka