Inflasi di Sulawesi Tengah, BI Kebut Pengendalian Inflasi Pangan

PALU– Dampak inflasi berkaitan dengan kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) telah mempengaruhi tekanan meningkatnya inflasi pada kelompok Administered Price dan risiko fluktuasi kelompok volatile fods. Menjadi topik isu pembahasan upaya pengendalian inflasi di Sulawesi Tengah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengapresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura atas dukungannya mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Sulawesi Tengah.

Berita terkait :

“Kita berkumpul pada hari ini meresmikan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Provinsi Sulawesi Tengah, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulteng atas dukungannya,” kata Dody Budi Waluyo.

Dody, mengatakan Bank Indonesia (BI), sebagai otoritas moneter fiskal bertugas menjaga kestabilan inflasi serendah-rendahnya dan menjaga nilai tukar tetap stabil. BI juga menilai Provinsi Sulawesi Tengah termasuk provinsi yang sangat baik dalam pengendalian inflasi secara nasional, dengan memperoleh dua penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tahun 2020 dan 2021.

Menurut Dody, tahun ini isu inflasi bukan hanya permasalahan nasional tetapi menjadi permasalahan global. Masalah ini menjadi pembahasan dalam Presidensi G-20 Indonesia. Selain dibahas pula masalah krisis energi dan krisis inflasi pangan.

Berita terkait :

Berkaitan upaya pengendalian inflasi di Provinsi Sulawesi Tengah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura mengatakan, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah surplus beras serta memiliki potensi pertanian yang sangat baik.

“Kita bersyukur atas Kinerja Bank Indonesia, Sulawesi Tengah mendapat Apresiasi dan Penghargaan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura.

Rusdi menjelaskan membangun stok pangan dibeberapa daerah telah melakukannya. Diantaranya bersama Pemda Morowali Utara beberapa waktu lalu melakukan penanaman tanaman cabai dan tanaman cepat panen serta mendorong rakyat untuk cinta menanam tanaman cepat panen seperti cabai.

Saat ini, Sulawesi Tengah sedang mempersiapkan Kawasan Pangan Nasional (KPN) dan Kawasan Perikanan Halal sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara baru di Kalimantan.

Peresmian Pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Tahun 2022 ini di gelar perwakilan BI Sulteng Dwi Yanto Cahyo, bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah bertemakan “Mositande, Masugi Ngata”(ayo bersinergi kendalikan inflasi).

Rusdi, mengatakan pencanangan ini sebagai upaya dan aksi nyata bersama mendukung extra effort pengendalian inflasi pangan dari sisi hulu-hilir, dan merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2022.

Dengan kondisi fiskal dan kebutuhan infrastruktur yang masih terbatas. Sehingganya hal ini menjadi tuntutan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. “Olehnya percepatan kerja proyek infrastruktur, saat ini telah dilaksanakan pelelangan 8 ruas jalan dengan skema pembayaran multi years”. ungkap Rusdi Mastura.

Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, Bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Mohammad Said. Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bertujuan untuk mengurangi laju inflasi bahan pangan dari sisi suplai dan mendorong produksi.

Reporter | Pritzno Dunggio

Keterangan Redaksi : Judul awal Pengendalian Inflasi Daerah, Deputi Gubernur BI Mencanangkan GNPIP telah diganti.

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait : Banggai, Sulteng Diserang Inflasi, Anggota DPRD ke Batam, Bupati Boyong Sejumlah Pejabat ke Jakarta

@metroluwuk