Polisi Tertibkan Antri Jeriken di SPBU, Pertamina Imbau Warga Video dan Lapor Cal Center

PT Pertamina telah menegaskan melalui imbau seluruh warga Sulawesi Tengah (Sulteng) melapor ke kepolisian jika menemukan pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jeriken di SPBU tanpa rekomendasi.  Hal ini disampaikan Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Bagikan Artikel
Polres Banggai lakukan penertiban di tiga SPBU dalam Kota Luwuk yakni SPBU Simpong, SPBU Shoping dan SPBU Km2. Selasa (9/10)

BANGGAI– Polisi tertibkan SPBU dalam Kota Luwuk kaitan terjadinya lonjakan harga pertalite dijual para pengecer.

“Penertiban antrian pedagang eceran mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU menggunakan jeriken dalam Kota Luwuk agar pengguna kendaraan tidak antrian dan memangkas penjualan diluar harga ketetapan Keputusan Menteri tentang formula harga dasar perhitungan jual eceran tahun 2019”, ungkap Kasat Sabhara Iptu Jimyarto Anasim SH, Rabu 10 November 2021.

Menurutnya, operasi penertiban di tiga lokasi SPBU pada Selasa (9/10) pukul 10.00 Wita sebelumnya sudah menerima informasi soal adanya kenaikan harga diluar yang dilakukan oleh pedagang eceran dipinggiran jalan.

“Harusnya para pedagang eceran tidak mengambil keuntungan berlebihan. Itu sudah melanggar hukum. Karena sudah merugikan orang lain”, tegasnya.

Dia katakan, operasi yang dilaksanakan bersama Kasat Intel Agung Kestria Kesuma dan personil Sat Samapta Polres Banggai, adalah menerapkan keputusan pemerintah yang diatur dalam Keputusan Menteri ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

“Aturan ini sudah cukup jelas. Jadi tak ada permainan harga”, ungkapnya.

Lebih jauh dia mengulas soal menjamurnya penjualan BBM eceran berkedok dibalik peraturan BPH Migas telah melegalkan penjualan guna memberikan kesempatan pengusaha kecil menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) secara legal. Alasan ini yang kemudian dijadikan tameng meraup keuntungan tapi, tidak patuh aturan.

Padahal dimaksud dalam aturan tersebut pengusaha sub penyalur BBM tidak bisa mematok harga. Lantaran Pemerintah Daerah belum menetapkan harga dengan mempertimbangkan jarak ongkos angkut.

“Dasar ini tak bisa dijadikan alasan untuk isi perut. Karena aturannya sudah jelas. Jangan lagi dibuat alasan yang membuat orang lain dirugikan”. tuturnya Jimyarto Anasim.

Sebelumnya telah diberitakan TribunPalu.com pihak PT Pertamina telah menegaskan melalui imbau seluruh warga Sulawesi Tengah (Sulteng) melapor ke kepolisian jika menemukan pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jeriken di SPBU tanpa rekomendasi. 

Hal ini disampaikan Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Taufiq Kurniawan. 

Taufik mengatakan, pembelian BBM menggunakan jeriken hanya dibolehkan apabila konsumen mendapat rekomendasi dari pemerintah setempat. 

“Silakan dicek. Jika tidak memiliki rekomendasi dari dinas segera videokan kemudian melapor ke kepolisian atau melalui Pertamina Call Center 135,” ujarnya, Sabtu (6/11/2021).

Reporter | Irwan Merdeka

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Harga Jual Pertalite Harusnya Rp 11.000 Bukan Rp 7.650, Ini Jelas Ahok