Royalti Ore Nikel 500 Juta Pertahun, Warga Dibutakan di Tanah Sendiri

Royalti Ore Nikel 500 Juta Pertahun, Warga Dibutakan di Tanah Sendiri

Bagikan Artikel

SIUNA, BANGGAI– Keputusan ditetapkan royalti sebesar 500 juta pertahun, sebagai kewajiban perusahan tambang nikel di Desa Siuna, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Royalti sebesar 500 juta pertahun diberikan kepada seluruh masyarakat desa, secara bertahap dan penerimaaan saat ini masih anggaran 2020” kata Nita warga Desa Siuna.

Menurut Aldi warga, dahulunya dilakukan perusahan membuat pertemuan melibatkan masyarakat. Agenda pembahasannya perihal royalti sebagai tanggung jawab perusaha diwilayah Desa Siuna.

Kesepakatan royalti dari perusahan PT Penta Dharma Karsa, sewaktu itu, seingatnya hadir juga unsur perangkat Desa dan pejabat penting pemimpin Desa Siuna yaitu Kepala Desa.

Dalam kesepakatan pertama ditahun 2018 silam (kalau tidak salah tahun), tapi intinya memang benar ada pembahasan mengenai royalti. Disepekati satu kali pengapalan ore nikel royalti diterima untuk seluruh warga sebesar 500 juta.

“Warga yang akan menerim royalti, akan didata dan cara penerimaannya bertahap” ungakpnya

Namun, kemudian kesepakatan itu berubah 500 juta pertahun yang akan diterima warga masyarakat. Dengan pembagian tetap per KK menerima sebesar 1200.000 dalam satu tahun.

Perihal penerimaan sekarang ini. Dikeluhkan warga karena mekanisme pendataan warga tidak berjalan secara maksimal. Karena pejabat penting Desa Siuna yaitu Kepala Desa di tahan kaitan urusan tambang nikel ini. Jadinya sistem pendataan dan singkronisasi kebijakan data warga jadi masalah.

Sementara saat ini, kalau ada warga yang menyerahkan data sendiri, jangan di tafsir salah. Karena memang itu sudah kewajiban perusahan untuk menerima data warga dan menyerahkan hak masyarakat. Sebagai tanggung jawab perusahan.

“Jangan salah tafsir. Memang itu sudah kewajiban perusahan untuk menerima data warga dan menyerahkan hak masyarakat. Sebagai tanggung jawab perusahan” tegasnya

Untuk penerimaan royalti saat ini itu masih anggaran ditahun 2020. Adapun perubahan KK kependudukan pasti akan berubah terus setiap bulan maupun tahunan. Hal ini sebaiknya di konsultasikan kepada Sekertaris Desa untuk memperbaharui data kependudukan desa.

Akan tetapi kritik Aldi, dalam hitungan untung rugi royalti dampak pertambangan nikel di Desa Siuna, kalau dipikir-pikir. Warganya jadi seperti peminta-minta dengan akumulasi hitungan yang diterima. Seperti pengemis ditanah sendiri yang kaya akan alamnya dan hasil pertanian dikelola warga selama ini.

“Asumsinya royalti yang diterima per KK perhari sebesar 3,33 rupiah. Dalam hitungan perbulan per KK, menerima 100.000 ditotalkan menjadi 1.200.000 pertahun. Ini, dibutakan dengan angka akumulasi. Sebagai hitungan royalti penuh yang menjadi kewajiban perusahan” ungkapnya.

Reporter| Irwan Merdeka