Rusdy Mastura Terima Penghargaan Garuda Pelindung Awards

Rusdy Mastura Terima Penghargaan Garuda Pelindung Awards

Rusdy berani mengambil tindakan yang tidak populer untuk memutus lingkaran kebencian dan melepas beban sejarah masa lalu. Lebih dari itu, Walikota Palu dua periode tersebut juga berhasil membuat Kota Palu menjadi Kota Sadar HAM.

Bagikan Artikel

JAKARTA– Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mendapatkan penghargaan Garuda Pelindung Awards dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Penghargaan tertinggi dari LPSK itu diberikan berkat sepak terjang Rusdy saat menjabat Walikota Palu periode 2005 – 2010 dan 2010 – 2015. Penghargaan akan diberikan pada malam perayaan Hari Ulang Tahun LPSK ke-13, Selasa (31/8/2021).

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudi mengatakan Penghargaan yang diterimanya tentunya bukan untuk pribadi, namun juga milik semua pihak yang telah membantu dan terus bekerja untuk pemulihan korban pelanggaran HAM di Palu, Sulawesi Tengah.

Dirinya juga mempersembahkan penghargaan ini untuk masyarakat Sulawesi Tengah khususnya warga Palu, “Semoga ini bisa simbol kebanggaan kita bersama” ujar Cudi pada saat dimintai keterangan.

Lebih lanjut Cudi mengatakan, penghargaan ini akan menjadi modal semangat bagi dirinya beserta jajaran untuk menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tengah pada masa yang akan datang.

“Kami siap bersinergi dengan LPSK untuk melakukan program pemulihan bagi korban tindak pidana, bukan hanya korban pelanggaran HAM yang berat, namun juga yang lainnya seperti korban terorisme, kekerasan seksual dan lainnya” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menilai inisiatif lokal yang diciptakan dalam upaya pemulihan korban pelanggaran HAM yang Berat masa lalu patut diganjar sebuah penghargaan.

“Sikapnya yang berani dengan meminta maaf kepada korban pelanggaran HAM yang Berat di Palu, membuat nama mantan walikota ini menjadi perbincangan hangat di Indonesia bahkan dunia” ucap Hasto pada saat memberikan penghargaan.

Hasto menambahkan untuk pertama kalinya kepala daerah dengan ksatria meminta maaf sehubungan kasus yang peka itu. Rusdy berani mengambil tindakan yang tidak populer untuk memutus lingkaran kebencian dan melepas beban sejarah masa lalu. Lebih dari itu, Walikota Palu dua periode tersebut juga berhasil membuat Kota Palu menjadi Kota Sadar HAM. 

Reporter | Palu, Parigi, Poso | Hendra Edo