Serba-Serbi Ramadan. Ceria, Pemulung Kota Luwuk di Situasi Kebutuhan Lebaran & Pandemi Covid-19

Serba-Serbi Ramadan. Ceria, Pemulung Kota Luwuk di Situasi Kebutuhan Lebaran & Pandemi Covid-19

Bagikan Artikel

BANGGAI– Menyambut ramadan 1442 Hijriyah. Menjadi kisah tersendiri bagi pemulung bergantung hidup dari sampah plastik desakan kebutuhan memasuki lebaran dan situasi pandemi Covid-19.

Sekumpulan orang membagi taqjil dengan mobil setiap sore sudah menjadi pemandangan umum masyarakat di protokol tugu Adipura Kota Luwuk. Jumat (7/5/2021).

Menurut seorang perempuan pemulung berumur separuh baya asal Banggai Kepulauan, enggan menyebut namanya. Setiap sore memasuki waktu berbuka puasa. Orang-orang itu, biasa membagikan taqjil disini. Diberikan kepada orang yang lewat.

Berita terkait:

Kalau kami tetap dapat taqjil, untuk dimakan buka puasa dengan, teman-teman ini (sambil menunjuk beberapa perempuan pemulung dan anak-anaknya).

“Kami, tetap dapat bagian taqjil untuk dimakan buka puasa bersama dengan teman-teman ini,” ungkapnya sambil tersenyum.

Lebaran ini dan tahun sebelumnya sama saja, sambungnya. Kebutuhan sehari hari dengan menjual hasil mengumpulkan sampah plastik yang didapatkan dari subuh, sampai sore hari hanya cukup untuk makan dan jajan anak-anak.

Untuk persiapan lebaran saya, tak terlalu pikirkan yang penting sehat. Mau pakai baju baru atau baju tua. Asalkan bersih dan layak untuk dipakai sholat nanti tak, jadi masalah.

“Lebaran nanti, baju baru atau baju tua. Asalkan bersih dan layak dipakai untuk sholat tak jadi masalah” ucapnya

Sementara saat ini dan seterusnya hanya mencari dan menabung untuk biaya kontrak kos dan untuk sekolah anak-anak sekolah yang harus dicari. Apalagi sekarang, sekolah belum normal kalau seperti lalu anak-anak sekolah online saya, pusing. Mau dapat dari mana hendpone dan beli pulsa.

Biasanya kalau ada lebih dari hasil pendapatan menjual sampah plastik. Saya, mesti tabung menjaga kalau ada kebutuhan anak tiba-tiba.

Mengenai bahaya penularan virus Covid-19 itu semua tuhan sudah mengaturnya. Namun selama ini keluarga semua dalam keadaan sehat. Meskipun banyak informasi orang terjangkit virus Covid-19 mau diapa lagi, kalau toh, ada larangan harus dirumah lagi sewaktu itu, mau makan apa kami sekeluarga. Sementara hanya ini pekerjaan yang halal untuk dilakukan dan disyukuri.

“Kalau toh, ada larangan harus dirumah lagi sewaktu itu, mau makan apa kami sekeluarga. Sementara hanya ini pekerjaan halal dan disyukuri.” tuturnya

Reporter | Irwan Merdeka