Serbi-Serbi Ramadan. Viral Cara Unik Kelompok Pemuda, Bangunkan Sahur & Bakar Lampu Tradisi Abad 15 di Gorontalo

Serbi-Serbi Ramadan. Viral Cara Unik Kelompok Pemuda, Bangunkan Sahur & Bakar Lampu Tradisi Abad 15 di Gorontalo

Bagikan Artikel

Gorontalo– Memasuki cara unik sekelompok pemuda di Gorontalo bangunkan warga untuk sahur.

Sekelompok remaja tak terkecuali anak dan orang tua di Gorontalo, jalan Bandeng, Camp Bugis. Dalam video ditayangkan dimedia sosial facebook @ilham fajrul. Mereka begitu kompak seperti telah ditata jauh hari persiapannya.

Berita terkait:

Kelihatan sebagai alat yang digunakan ditarik menggunakan mobil pick up pengangkut soundsystem, berkeliling kampung dan sebagiannya bernyanyi membangunkan warga untuk makan sahur dengan menggunakan mickrophone yang disambungkan ke tape recorder, drum bekas dan bambu diketuk sambil bernyanyi mengikuti irama.

“Kami datang lagi BRIGADER BUGIS CAMP  jangan lupa sahabat portal puasa ya,” sebagaimana disebutkan dalam akun media sosial facebook @ilham fajrul, Minggu (9/5/2021).

Aktifitas membangunkan warga sahur, biasanya disambung dengan menyambut malam tombilotohe artinya malam pasang lampu yang telah menjadi budaya di Gorontalo saat memasuki malam lailatul qadar.

Namun, saat memasuki lailatul qadar hampir seluruh masyarakat di Gorontalo, memasang lampu. Tradisi pasang lampu, Tumbilo tohe berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu tumbilo dan toheTumbilo artinya memasang, dan tohe artinya lampu.

Berita ini pernah ditayangkan sebelumnya liputan6.com. Namun tradisi ini, telah ada sejak abad ke-15. Ketika itu penerangan masih berupa wango-wango, yaitu alat penerangan yang terbuat dari wamuta atau seludung (daun pelindung, yang sering kali berukuran besar, braktea latin bractea).

Seiring dengan perkembangan zaman, maka bahan lampu buat penerangan di ganti minyak tanah hingga sekarang ini. Bahkan untuk lebih menyemarakkan tradisi ini sering ditambahkan dengan ribuan lampu listrik.

Tradisi ini akan menjadi daya tarik wisatawan domestik dan internasiona setiap tahun, apabila pemerintah Provinsi Gorontalo mengelolanya dengan mempromosikan potensi wisata. Untuk dijadikan potensi pendapatan daerah dan masyarakat. Namun situasi pandemi Covid-19 harus butuh waktu. (Red)