Soal Mafia Tanah dan Urusan Pangan Jadi Isu Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

Jokowi sebut Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Mereka dipilih dan diangkat setelah melihat rekam jejak. Menjadi isu hangat dalam reshuffle Kabinet Indonesia Maju sisa jabatan 2019-2024.

Joko Widodo menerima kedatangan ketua umum partai politik koalisi pemerintah di istana di ruang Presidential Lounge Foto dok Joko widodo.

Hadir dalam pertemuan yakni Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bapak Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa.

Kata Jokowi, seusai pertemuan ini, saya melantik sejumlah menteri dan wakil menteri pada Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan 2019-2024.

JAKARTA– Presiden Republik Indonesia (Presiden Joko Widodo) melantik dua menteri dan tiga wakil menteri pada Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan 2019-2024 pada Rabu Pahing.

“Saya lantik menjadi Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Mereka dipilih dan diangkat setelah melihat rekam jejak, pengalaman, dan kemampuan mereka menyelesaikan masalah di tanah air,” ungkap Joko Widodo, usai melantik di istana negara, Rabu 15 Juni 2022.

Selain itu, saya juga melantik tiga wakil menteri yaitu Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, dan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Berita terkait:

Terkait putusan pelantikan menteri menurut Jokowi, Ya, sesuai dengan rencana. Jadi hari ini, tadi sudah kita lihat bersama dilantik menteri dan wakil menteri.

Mengenai ada alasan khusus untuk memilih Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto. Jokowi sebut “Ya kita melihat semuanya, rekam jejak, pengalaman, kemudian terutama untuk skill manajerial”. Karena sekarang memang bukan hanya makro saja, tapi mikronya juga harus secara detail dikerjakan.

Saya melihat Pak Zul dengan pengalaman, dengan track record, rekam jejak yang panjang. Saya, kira akan sangat bagus untuk menteri perdagangan.

Berita terkait:

Karena sekarang ini urusan pangan yang berkaitan dengan rakyat ini memerlukan pengalaman lapangan, memerlukan kerja-kerja yang terjun ke lapangan untuk melihat langsung persoalan yang berkaitan, utamanya yang berkaitan dengan kebutuhan pokok rakyat.

Kalau urusan ekspor, saya kira juga menjadi urusan Menteri Perdagangan ya. “Tapi yang lebih penting adalah urusan kebutuhan pokok di dalam negeri harus bisa kita jaga”. (*/JH)

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Kriminialisasi Fathia dan Haris,Iwan Nurdin: Pemerintah makin anti kritik “menyerang” balik!

@metroluwuk.id