Sulteng Pacu Ekspor Kakao

Sulteng Pacu Ekspor Kakao

Bagikan Artikel

PALU– Komoditas kakao Indonesia memiliki potensi untuk didorong melalui ekspor luar negeri namun, diperlukan penataan dari hilir hingga hulu.

Menurut Airlangga saat melepas ekspor sektor pertanian jenis kakao sejumlah 8.000 ton asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yang ditaksir senilai Rp. 22,5 miliar tujuan Malaysia di gudang pemilik PT Olam Indonesia, Palu (27/8).

“Untuk mendapatkan nilai tambah, kedepan biji kakao ini diolah dahulu. Sehingga selain dapat lebih tahan lebih lama, berharga jual lebih tinggi juga dapat membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Menko Airlangga yang didampingi oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura.

Sambungnya, eksport hasil pertanian jenis kakao dalam data IQFAST lalu lintas komoditas pertanian ekspor di Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan), Biji Kakao (BK) asal Sulteng, tujuan pengiriman tidak hanya ke Malaysia, juga juga ke Singapura.

Yang telah dilakukan sejak Januari hingga Juli 2021, total ekspor mencapai seribu ton. Sementara ditahun 2020 lalu total ekspornya mencapai 6,8 ribu ton.

“Semuanya masih bentuk segar, atau biji Kakao dan telah kami lakukan pemeriksaan karantina untuk menjamin kesesuaian persyaratan negara tujuan, ” jelas Kepala Karantina Pertanian Palu, Amril yang juga turut mendampingi pelepasan ekspor tersebut.

Masih menurut Amril, sejalan dengan upaya peningkatan ekspor pertanian berupa Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian, Gratieks, yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pihaknya memberikan percepatan layanan terhadap komoditas yang diekspor.

“Selain Kakao, Sulteng juga memiliki komoditas pertanian andalan ekspor lainnya, namun masih dalam bentuk segar. Kedepan, sejalan dengan arahan Pak Menko semoga bisa didorong ekspor produk olahannya,” tutur Amril.

Dukungan Hilirisasi Kementan

1
2