Tim SAR Gabungan Mencari Empat Korban Banjir di Muara Sungai Torue

Operasi Tim SAR gabungan di hari ketiga melakukan pencarian empat korban hilang diseret arus banjir bandang belum menemukan hasil (nihil).

Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban di muara sungai Torue Dok foto Humas Basarnas Palu.

PALU– Pencarian empat korban warga Torue diseret arus banjir bandang Tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga group untuk melanjutkan pencarian pada Sabtu (30/7/2022).

Dari tujuh korban yang dikabarkan hilang disaat terjadinya banjir pukul 22.33 Wita pada Kamis, (28/07) malam, baru ditemukan sejumlah tiga korban.

Informasi yang dihimpun metroluwuk.id melalui Humas Basarnas Palu Fatma menyebutkan Tim SAR gabungan sampai hari ini masih berupaya melakukan pencarian, difokuskan pada muara sungai Torue.

Berita terkait:

Seluruh korban berjumlah tujuh orang yakni Kasmin Toki (laki 50thn), Mato (laki 50thn) dan Aneke solang (perempuan 44thn) dari tujuh korban baru ditemukan tiga orang telah diserahkan di Rumah Sakit Umum Daerah Anutaloko Kabupaten Parigimoutong.

Sedangkan empat korban belum ditemukan di hari ketiga pencarian yakni Lian alias Mama Indri, Nuke, Sukasi (P/38 thn) dan seorang balita Afifah (P/5thn).

“Masih dugaan sementara korban bisa saja tertimbun material potongan kayu di muara sungai. Ini baru kemungkinan,” ungkap Fatma, Sabtu

Tim SAR gabungan menyisir tepian muara Torue Dok foto Humas Basarnas Palu.

Dalam pencarian empat korban banjir di Torue Tim SAR gabungan yakni Kansar Palu 11 orang, Pos SAR Parigi 4 orang, Pos TNI AL Parigi 3 orang, Kodim Parigi, Polres Parigi 5 orang, PMI 12 orang, BPBD Parigi 10 orang, BPBD Palu 4 orang, BPBD Poso 9 orang.

Kemudian dari Tagana 17 orang, Pol PP 10 orang, Vertical Rescuer 2 orang, Relawan Wis 9 orang, Brimob Polda 34 orang, BKKPA 13 orang, Polairud Parimo 2 orang, Dinkes Parimo 25 orang, Rapi Poso 12 orang, MRI 3 orang, SAR Hidayatullah 4 orang.

Selanjutnya Dompet Dhuafa 2 orang, KPA Laskar Puncak 1 orang, Brimob Poso 25 orang, Polhut 11 orang, Dokkes Polda 3 orang, TBM Axis 7 orang dan dari Mapala Santigi 4 orang.

Berita terkait:

Sejumlah Tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga group pencarian SRU satu akan melakukan percarian dengan menggunkan LCR di pesisir pantai Torue.

Untuk SRU dua melakukan pencarian pada pesisir Sungai dan pantai dengan berjalan kaki dan SRU tiga akan melakukan pencarian di rentuhan rumah dan Area yang masi tergenang Air.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian di muara sangai Torue Dok foto Humas Basarnas Palu.

Sebelumnya banjir bandang menerjang lima dusun Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.33 Wita Kamis, (28/07).

BNPB mencatat 1.800 jiwa terdampak. Disebutkan banjir terjadi pascahujan dengan itensitas tinggi dan berlangsung lama sehingga menyebabkan meluapnya sungai dan merendam permukiman di Desa Torue, Dusun II, Dusun III dan Dusun V yang berada di Kecamatan Torue

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat hingga Jumat (29/7) pukul 11.54 Wib banjir dengan ketinggian muka air antara 30 hingga 90 sentimeter itu merendam 450 unit rumah, 11 diantaranya mengalami rusak berat dan 450 KK /1.800 jiwa terdampak.

Selain itu dilaporkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang dinyatakan hilang akibat banjir tersebut. Kemudian terdapat 450 warga yang mengungsi ke beberapa titik pengungsian.

Reporter | Palu, Parigi, Poso | Hendra Edo

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: FOTO Metro: Lokasi Kemah Pramuka Toili Digenangi Air Setinggi Dada, BMKG: Agustus 2022 Masih Hujan

@metroluwuk