<strong>Usai KPK Geledah Dua Ruangan Hakim Agung Kini Mahkamah Agung Dijaga Militer</strong>

Usai KPK Geledah Dua Ruangan Hakim Agung Kini Mahkamah Agung Dijaga Militer

Gambar petugas KPK saat melakukan penggeledahan digedung Mahkamah Agung pada Selasa, 1 November 2022. Dikabarkan saat ini KPK telah menetapkan total 10 orang tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di MA. Dok foto Kompas.com

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan kabar penggeledahan ruang dinas dua hakim agung di gedung Mahkamah Agung pada Selasa, 1 November 2022. 

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk pengumpulan barang bukti yang akan digunakan guna mendalami dugaan kasus suap menyeret Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

Seperti diketahui KPK melakukan penggeledahan ruangan dua orang hakim agung yakni, Prim Haryadi dan Sri Murwahyuni. Selain itu turut digeledah ruangan Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan.

Berita terkait:

Sejauh ini, KPK telah menetapkan total 10 orang tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di MA. Seperti dilansir dari Tempo.co memberitakan 10 orang tersangka tersebut adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Hakim Yustitisial/ Panitera Pengganti, Elly Tri Pangestu, dua pegawai pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta dua PNS Mahkamah Agung, Nurmanto Akmal dan Albasri.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Ali Fikri, menyebut penjagaan militer di Mahkamah Agung (MA) tidak ada kaitannya dengan penggeledahan KPK beberapa waktu lalu. Ia berkata upaya penggeledahan KPK sudah dibenarkan secara hukum.

Fikri berkata penjagaan oleh TNI di MA memiliki sejumlah pertimbangan. Namun, ia yakin penjagaan militer tersebut bukan disebabkan penggeledahan KPK.

“Kami meyakini kebijakan tersebut tentu tidak ada kaitannya dengan penggeledahan KPK,” kata Fikri pada Rabu 9 November 2022.

Berita terkait:

Fikri juga menambahkan penjagaan militer di MA tersebut tidak akan mempengaruhi penyidikan KPK terhadap kasus suap pengurusan perkara di MA. Ia menyebut saat ini proses penyidikan kasus tersebut masih berlangsung.

“Proses penyidikan masih terus dikembangkan. Data yang kami miliki masih diproses,” kata Ali.

Seperti diketahui, KPK  menggeledah ruang dinas dua hakim agung di gedung Mahkamah Agung pada Selasa, 1 November 2022. 

Ali Fikri berkata penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka pengumpulan barang bukti. Ia menyebut barang bukti itu nantinya akan digunakan dalam proses pendalaman kasus suap yang menyeret Hakim Agung Sudrajad Dimyati beberapa waktu lalu.

“Adalah benar. Penggeledahan dilakukan untuk melengkapi alat bukti penyidikan,” kata Ali.

Adapun dua Hakim Agung yang ruangannya digeledah oleh KPK adalah Prim Haryadi dan Sri Murwahyuni. Selain ruangan Prim Haryadi dan Sri Murwahyuni, KPK juga menggeledah ruangan Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan total 10 orang tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di MA. Adapun 10 orang tersangka tersebut adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Hakim Yustitisial/ Panitera Pengganti, Elly Tri Pangestu, dua pegawai pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta dua PNS Mahkamah Agung, Nurmanto Akmal dan Albasri.

Sebelumnya Juru bicara Mahkamah Agung Andi Samsan Nganro mengatakan jika Gedung MA akan dijaga oleh militer dari TNI. Menurut Andi, penjagaan oleh TNI itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. Namun, kata dia, agar menjaga kerja para Hakim Agung nyaman. Sumber Tempo.co (*/JH)

Untuk mendapatkan update berita harian ikuti web metroluwuk.id atau download aplikasi Telegram mari bergabung klik UPDATE metroluwuk.id

Berita terkait: Dugaan Korupsi Dana Karang Taruna Kejaksaan Periksa 25 Orang terbaru Inisial YK

@metroluwuk