Usman Hamid: Hentikan kriminalisasi Ibu Renita dan Lindungi Hak Warga Desa Siuna

Usman Hamid: Hentikan kriminalisasi Ibu Renita dan Lindungi Hak Warga Desa Siuna

Pembela HAM atas lingkungan yang bekerja untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak lingkungan dan hak-hak terkait akses ke tanah di Indonesia rentan mengalami intimidasi dan kriminalisasi ketika aktor ekonomi dan negara menganggap kegiatan mereka sebagai penghalang pembangunan.

Bagikan Artikel

JAKARTA- Menanggapi kasus Renita Septiyani Gani, warga Desa Siuna, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang dijadikan tersangka setelah memprotes dugaan perampasan lahan oleh perusahaan tambang, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan dalam rilis tertulis, Selasa (11/5/2021).

“Kasus yang dialami Renita menambah panjang daftar kasus di mana warga yang mencoba memperjuangkan hak atas tanah mereka justru dikriminalisasi.”

“Aparat berwenang harus menghentikan segala bentuk dugaan kriminalisasi dan intimidasi terhadap warga yang memperjuangkan hak atas tanah mereka. Negara seharusnya melindungi dan menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan aspirasi mereka, bukan malah membawa mereka ke pengadilan hanya karena memperjuangkan hak mereka tanpa menggunakan kekerasan.”

“Pemerintah dan aparat penegak hukum seharusnya menjadi garda terdepan untuk melawan segala bentuk perampasan hak-hak masyarakat, bukan malah berpihak pada kepentingan-kepentingan korporasi.”

“Amnesty International juga mendesak pemerintah untuk merespon keluhan warga Desa Siuna terkait dugaan perampasan lahan mereka. Jika memang benar warga belum mendapatkan ganti rugi yang setimpal atas tanah mereka, pemerintah harus memastikan bahwa ganti rugi tersebut segara diberikan. Jika kegiatan perusahaan di lahan tersebut terbukti melanggar hukum, maka para pelakunya harus dibawa ke proses hukum.”

Latar belakang

1
2
3