Warga Tak Percaya Covid-19, di Banggai 1.278 Kasus, Meninggal 43, Jubir Covid-19: Kini Bertambah 4 Orang

Warga Tak Percaya Covid-19, di Banggai 1.278 Kasus, Meninggal 43, Jubir Covid-19: Kini Bertambah 4 Orang

Bagikan Artikel

BANGGAI– Disaat pemerintah terus melakukan himbauan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19 namun, tidak sedikit masyarakat yang tak percaya virus Covid-19 dan tak patuh. Telah banyak masyarakat dan petugas kesehatan yang menangani menjadi korban virus ini.

Menanggapi penyebaran virus Covid-19 yang masih terus bertambah di Kabupaten Banggai, Sulteng. Juru Bicara Covid-19 Nurmasita Datu Adam mengatakan jumlah masyarakat masih tidak percaya bisa tertular virus Covid-19, memang tidak sedikit. Tapi faktanya ada. Kini dalam perawatan tim tenaga kesehatan Covid-19 Kabupaten Banggai ada empat orang, update pertanggal 15 Mei 2021.

“Ada 4 kasus baru hasil pemeriksaan Swab RDT Antigen yakni, 2 orang warga Toili Barat, 1 orang dari Kecamatan Mantok dan 1 orang hasil TCM Ruma Sakit warga asal Kintom” kata Nurmasita, Sabtu (15/5/2021).

Dia, menjelaskan dapat dilihat dari update dalam peta sebaran Covid-19 di Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai masih termasuk wilayah orange namun, bukan berarti tidak memiliki potensi penyebaran virus.

Sambung Nurmasita, pemikiran masyarakat yang tinggi tingkat ketidakpercayaan pada penularan virus Covid-19 dilihat dalam jumlah kasus terpapar virus harusnya belajar dari pengalaman mereka, yang ditangani Tim Media relawan Covid-19 saat ini yakni, 19 kasus lama, 6 orang dari Kecamatan Luwuk, 5 dari Luwuk Utara, 3 dari Luwuk Timur, 5 Toili Barat.

“Total kasus yang ditangani sejumlah 1.278, sembuh 1.212 orang dan yang meninggal 43 orang,” ungkapnya

Nurmasita, sesali respon masyarakat. Sejak awal masyarakat banyak tidak percaya virus Covid-19, dan menganggap dokter sengaja meng-covidkan. Padahal yang terpapar dan meninggal selain masyarakat tapi, banyak juga petugas kesehatan menjadi korban virus ini.

Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten terus berupaya melakukansosialisasi pada masyarakat melibatkan Satgas Covid-19, pemberitaan media untuk meyakinkan dan terhindar bahaya dari virus covid-19.

“Virus ini, merupakan virus baru. Butuh semua pihak menyebarkan informasinya dan mencegahnya agar tidak tertular.” ucapnya

Berdasarkan olah data berita metroluwuk.com sebelumnya sekitar November 2020 empat tenaga kesehatan terpapar virus dan saat itu, diruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai sudah penuh. Telah ada juga pasien yang teridentifikasi terpapar Covid-19. Pada 28/10/2020 statistik pasien Covid-19 112 kasus, di November 2020 melonjak 265 kasus, dalam waktu satu bulan meningkat 150%. 29/11/2020.

Total jumlah 504 petugas medis dan kesehatan yang wafat terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga laboratorium medik seluruh Indonesia. Dikutip pemberitaan kompas.com, Minggu (3/1/2021).

Seharusnya masyarakat Kabupaten Banggai memantau perkembangan informasi penyebaran Covid-19 lihat dalam peta sebaran Covid-19 sebagaimana berada dikepungan daerah yang juga memiliki kasus Covid-19. Meskipun dalam peta orange bukan tak mungkin menjadi ancaman bagi diri, keluarga dan orang sekitar. Soal percaya atau tidak banyak, fakta nyata yang dijadikan rujukan mengenai virus Covid-19 dapat dipetik dari pasien yang ditangani dan telah sembuh.

Reporter| Irwan Merdeka